Senin, 16 Juni 2014

Studi Kasus Telematika "Online Shop yang Semakin Naik Daun"




          Telematika merupakan teknologi komunikasi jarak jauh untuk menyampaikan suatu informasi berupa digital, baik itu suara, gambar, teks atau kombinasi dari ketiganya. E - commerce merupakan salah satu bidang dari penerapan telematika. E - commerce  adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang, dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet, televisi, website, atau jaringan komputer lainnya. Beberapa aplikasi yang diterapkan dalam E - Commerce antara lain ialah Online Shop, Sistem pembayaran domestik dan internasional, online banking, dll.

          Disini saya akan membahas tentang online shop, yang saat ini semakin naik daun di dunia perdagangan. Semua orang berlomba - lomba memasarkan dagangannya melalui media sosial seperti facebook, twitter, bbm, dan media sosial lainnya. Barang yang dipasarkan pun bermacam - macam, mulai dari baju, aksesoris, make up, alat elektronik, dll. Saya pun termasuk orang yang ikut memanfaatkan adanya telematika ini, saya juga membangun sebuah online shop bersama teman saya "Ppappiyong Shop". Online shop kami menjual barang - barang yang berbau Kpop dan juga beberapa dress, sepatu dan baju couple. Untuk pertama kali, kami ingin membuka online shop yang menjual barang - barang umum seperti dress, sepatu, atau akesoris. Tapi berhubung teman - teman media sosial kami lebih banyak pecinta Kpop, akhirnya kami memutuskan untuk memasarkan Kpop stuff juga. Kami sadar kalau saingan kami sangat banyak, tapi kami tetap yakin jika kami mampu menyediakan barang dengan harga di bawah pasaran tapi pastinya kualitas tidak pasaran alias kualitas baik dan kami melakukan pelayanan yang baik, pelanggan pun akan datang dengan sendirinya.



          Kenapa kami lebih memilih online shop di bandingkan dengan membuka toko secara nyata? Sudah pasti jawabannya adalah modal. Dengan online shop, modal yang kami butuhkan tidak terlalu besar karena kami tidak harus menyewa tempat untuk membuka toko. Lagipula, dengan kesibukan beberapa orang di zaman sekarang. Pasti mereka lebih memilih melihat suatu barang yang ingin dibeli melalui gadget yang mereka punya dibanding pergi ke toko yang hanya dapat dilakukan jika mereka mempunyai jam kosong yang banyak. Dengan adanya online shop, kita hanya tinggal memesan barang yang diinginkan, lalu dapat kita transfer uangnya dengan memanfaatkan adanya telematika juga seperti online banking. Setelah itu kita hanya tinggal menunggu barang yang kita inginkan itu sampai ke tempat kita. Itu beberapa keuntungan yang kita dapat dari berbelanja secara online, ada pula beberapa kerugiannya. Untuk berbelanja online, belum tentu semua gambar dari barang yang dijual sesuai dengan aslinya. Beberapa online shop, menjual barang dengan kualitas di bawah standar yang jauh dari gambar aslinya sehingga membuat pelanggan merasa rugi. Lalu banyak juga kasus penipuan yang terjadi, setelah kita mentransfer uang, nyatanya barang yang kita inginkan tidak sampai - sampai ke tangan kita. Kasus seperti ini tidak memandang suatu website tersebut besar atau tidak, website tersebut terkenal atau tidak. Jadi sebagai pengguna layanan online shop, kita harus pintar dalam memilih online shop yang terpercaya. Berikut merupakan keuntungan dan kerugian dalam berbelanja online, yaitu :

A. Keuntungan Berbelanja Online
  1. Tidak terikat tempat dan waktu, terutama bagi orang yang sibuk sehingga tidak sempat berbelanja dengan mendatangi toko.
  2. Banyak pilihan toko online yang menyediakan ragam produk yang kita inginkan.
  3. Menghemat waktu dan tenaga, kita tidak perlu berkeliling mall atau toko. Kita cukup meluangkan waktu sebentar dengan membuka internet dan pastinya kita akan terhindar dari kemacetan di jalan.
  4. Kita dapat membandingkan produk dan harga dengan toko online lainnya, tanpa harus capek - capek berkeliling antar toko.
  5. Proses belanja mudah, cukup memesan barang, dan pembayaran biasanya dapat melalui internet / mobile banking atau ATM dan tinggal menunggu barang dikirimkan.
B. Kerugian Berbelanja Online
  1. Sering terjadinya penipuan barang, seperti barang yang tidak dikirimkan setelah dilakukan pembayaran.
  2. Fisik dan kualitas barang tidak sesuai dengan foto barang yang ditampilkan.
  3. Dikenakan biaya pengiriman, sehingga ada biaya tambahan.
  4. Tidak dapat melihat dan mencoba barang secara langsung.
  5. Butuh waktu yang cukup lama agar barang sampai ditempat karena adanya proses pengiriman, apalagi kalau online shop tersbut berada di kota yang berbeda dengan tempat tinggal kita.

Karena adanya beberapa kerugian dalam berbelanja online, maka kita harus mengetahui tips - tips apa saja yang harus kita ketahui dalam berbelanja online. Tipsnya yaitu :
  • Cari tahu reputasi tentang penjual atau toko online dengan browsing informasi atau forum tentang penjual atau toko online tersebut.
  • Pilih toko online yang memberikan informasi mengenai toko online tersebut seperti alamat, dan nomor telepon yang valid.
  • Pilih toko online yang memberikan fasilitas service seperti Live chat, call center, agar membantu kita apabila terjadi kesulitan.
  • Jangan pernah mudah tertarik karena harga yang ditawarkan sangat murah, untuk menghindari penipuan dalam hal kualitas produk.
  • Cek terlebih dahulu rekening tujuan pembayaran, pastikan nama penjual atau toko online tersebut.
  • Selalu simpan bukti pembayaran yang telah kita lakukan untuk membeli produk tersebut.
Dengan adanya tips ini, semoga dapat berbelanja online dengan aman dan menyenangkan dan membuat kita tidak ragu - ragu lagi dalam berbelanja secara online.


Source :

http://boenesaja.blogspot.com/2012/08/kelebihan-dan-kekurangan-belanja-online.html



Selasa, 24 Desember 2013

Selamat Natal, ma. 
Natal tahun ini saya tidak pulang


Jingle bells
Jingle bells
Jingle all the way


sekarang kalo kita jalan ke pusat perbelanjaan ato liat acara di tv, lagu itu pasti sering diputar. yap, December is coming dan bulan desember selalu identik dengan natal.

Pada sebuah malam menjelang Natal. Waktu tepat menunjukkan pukul 00.47 tanggal 24 Desember 2013. Jadi gini, biasanya, kalau  udah masuk dalam suasana natal mayoritas orang memang senang, bersukacita. Tapi nggak sedikit juga yang justru merasa sangat sedih mendekati puncak perayaan Natal. Musim Natal yang menekankan kebahagiaan dan kegembiraan acap kali membuat orang-orang yang sedang mengalami kekecewaan merasa lebih sedih. Orang-orang yang sedih saat Natal ini kebanyakan orang yang kesepian, merasa sendiri karena jauh dari kehangatan keluarga. Bisa jadi karena pas merantau dan nggak bisa kumpul dengan keluarga besar untuk merayakan Natal, bisa jadi juga karena kehilangan orang-orang terkasih, seperti saya contohnya.
Well, keluarga saya memang bukan keluarga sempurna. Tapi malam Natal ini, saya sungguh merindukan mama, papa, dan juga adik saya. Saya iri, melihat semua orang datang ke Gereja dengan formasi keluarga lengkap. Saya? sendirian….dan sungguh merasa terasing di tengah dunia yang fana ini (halah!)
Saya rindu menghias pohon natal dengan mama.
Saya rindu bantu mama mengaduk adonan kue, atau sekedar membantu mencetaknya sebelum ditaro di oven biar bisa jadi pertama yang mencicipi. Juga rindu menggerutu karena disuruh nyapu dan membersihkan kaca jendela.
Kerinduan akan masa lalu itu yang seringkali membuat natal abu-abu semakin kelabu. Rasanya sakit sekali melihat keluarga lain asyik membuat foto keluarga. Saya mendapatkan rasa sepi itu. Rasa sepi namun penuh dengan sukacita pengharapan. Saya hanya bisa berharap tahun depan saya akan pulang untuk merayakan natal bersama mereka.
Sebut saja nama saya Mince Prisciila. Kedua orang tua saya memberi nama itu karena saya lahir di bulan mei.
Di situlah sukacita keluarga saya bertambah 18 tahun yang lalu. Papaku meninggal tanggal 16 oktober 2013, sekarang mama saya tinggal bersama adik sepupu dirumah. Saya mempunyai 2 orang adik bernama Roinaldo & David. Roi sudah lebih dulu meninggalkan kami karena dia tersiram air mendidih di dapur, saat saya masih duduk di bangku TK. Sekarang David duduk di bangku SMA ELIM Makassar. Dan saya kuliah di STIE MALANGKUCECWARA Malang.
Di Malang saya menjalani hubungan dengan pria bernama Yulius Nugroho. Kami pacaran baru 2 bulan lebih. Tadi sore dia pulang kerumahnya untuk merayakan malam natal bersama keluarganya. Dan sekarang saya sendirian di kost.
Jam 19.30 saya bersama teman-teman kost pergi ke gereja untuk merayakan Misa Natal. Misa Natal berjalan dengan khidmat. Dalam jiwaku bergejolak sebuah penyesalan yang dalam, sementara itu aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Hanya penyesalan dan sukacita yang ada dalam jiwaku. Begitu pulang dari Gereja, sudah bisa ditebak. Masuk kamar, kunci pintu, meluk bantal dan nangis.
Karena tuntutan pendidikan yang maksa saya tidak bisa pulang ke rumah waktu natal. Agak sedih juga apalagi kalo dengar cerita teman-teman yg bisa pulang ke rumah waktu natal dan bisa ngumpul bersama keluarga mereka. Dan terus terang, ini jadi tahun PERTAMA saya menjalani Natal abu-abu, merasakan natal tidak bersama sama keluarga di rumah.

saat natal tahun kemarin saya merasakan betapa berharganya bisa meluangkan waktu bersama keluarga walau itu cuman sekedar makan bersama di meja makan. Dulu waktu masih SMA saya paling malas kalo disuruh pulang ke rumah buat makan bersama dan saya lebih milih buat makan di luar bersama teman-teman atau makan sendirian di depan tv. Ya, kita tidak akan tau betapa berharganya suatu hal sampai kita kehilangan hal itu.
Dan untuk tahun ini saya belum menemukan makna natal itu. apakah itu tentang pengharapan, perjuangan, atau rasa syukur saya masih belum tau
Tapi itu memang cara Tuhan menyiapkan hati saya biar nggak nangis lagi menghadapi sukacita natal tahun ini.

Pemazmur juga mengingatkan kita bahwa “[Tuhan] menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka” (Mazmur 147:3).


So, buat teman-teman seiman saya, entah dimanapun kalian berada. Yang mungkin merasakan kesedihan, kedukaan dan kekecewaan yang sama seperti yang saya rasakan saat ini, percayalah, Tuhan tahu kok sakit yang kita rasakan lebih dari siapapun.
Mungkin, Tuhan emang sengaja bikin kondisi kita demikian “mengenaskan” dan jauh dari kehangatan Natal yang terbayang sebagai kesempatan untuk datang dan berada di dalam hadirat Allah serta mengakui dukacita, keputusasaan, dan kesepian kita itu, lalu menyerahkannya kepada Allah. 

Natal tanpa keluarga? Jangan sedih lama-lama, karena Natal pada dasarnya adalah bagaimana hati menerima pesan damai dari Natal itu sendiri untuk kemudian siap membagikannya kepada sekeliling.
Apa yang Anda bayangkan dengan pengamen yang kedinginan demi mencari sesuap nasi (atau sepotong roti) di malam Natal? Rasanya mungkin tidak jauh beda ketika merayakan Natal sendirian, bahkan, rasanya bisa lebih tidak menyenangkan. Ya, takaran kebahagiaan setiap orang memang berbeda.

Jika Anda merasa sedih pada menyambut Natal tahun ini, ingatlah: Yesus datang untuk menyelamatkan kita, menolong kita, dan menyembuhkan kita. Oke.

Tidak lupa juga tidak mau mengucapkan selamat natal buat semuanya, semoga damai dan kasih natal bisa terus ada dalam diri kita semua.

Selamat Natal, ma
Tahun ini saya tidak Pulang


MERRY CHRISTMAS AND HAPPY NEW YEAR, GOD BLESS YOU